
20.000 Perantau Ikuti Mudik Gratis Paguyuban Jawa Tengah Dengan 326 Bus Gratis Dan Kereta Api, “Mudik Gampang Balik Tenang”
20.000 Perantau Ikuti Mudik Gratis Paguyuban Jawa Tengah Dengan 326 Bus Gratis, “Mudik Gampang Balik Tenang”
Sebanyak 326 bus Mudik Gratis diberangkatkan dari Museum Purnabakti TMII dalam program mudik gratis bagi warga perantauan asal Jawa Tengah dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Senin (16/3/2026) pagi
Ketua panitia mudik gratis Paguyuban Jawa Tengah Dr H Noor Rohmat SH mengatakan bahwa program ini bertajuk “Mudik Gampang Balik Tenang” ini secara resmi dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berada di kompleks TMII.
Dalam program tersebut, sekitar dua puluh ribu perantau asal Jawa Tengah di wilayah Jabodetabek kita fasilitasi untuk pulang ke kampung halaman tanpa biaya transportasi.
Mudik gratis ini adalah bentuk perhatian paguyuban Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar masyarakat perantau bisa merayakan idul Fitri di kampung halaman dengan khidmat, sehingga uang hasil bekerja atau berkarya di perantauan bisa digunakan untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman bersama keluarga, ungkap Dr H Noor Rohmat SH.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Luthfi dalam sambutannya saat melepas pemilik mengatakan bahwa ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, kami hadir, njenengan diopeni (kalian diperhatikan) oleh negara.
Luthfi mengaku bersyukur, antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Program ini, kata dia, secara khusus menyasar para pekerja sektor informal yang merantau di Ibu Kota dan wilayah sekitarnya. Kelompok tersebut dinilai kerap kesulitan menjangkau harga tiket transportasi yang melonjak menjelang Lebaran.
Pemudik ini kita khususkan bagi para pekerja informal, ada tukang bakso, ojol, asisten rumah tangga, (pedagang) warteg, kuli bangunan, adik-adik mahasiswa, hingga disabilitas. Semuanya tumplek blek kita openi untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan, sehingga mereka kita perlakukan sebagai pahlawan devisa di daerahnya masing-masing,” pintanya.
Dengan adanya program mudik gratis ini, para pemudik dapat menghemat biaya perjalanan yang cukup besar.
Sebagai contoh, biaya tiket perjalanan menuju wilayah Boyolali, Jawa Tengah, dapat mencapai sekitar Rp 650.000 untuk satu kali perjalanan.
Luthfi pun meminta agar uang yang berhasil dihemat dari tiket perjalanan tidak dihabiskan di Jakarta, melainkan dibelanjakan di daerah asal agar dapat menggerakkan ekonomi lokal, tambahnya.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah KRAT Dr. Drs H Leles Sudarnanto Mangun Nagoro MM, MBA mengaku bersyukur hari ini warga perantau Jawa Tengah di fasilitasi mudik gratis oleh pemerintah daerah provinsi Jawa Tengah dan hadir Gubernur Jawa Tengah melepas pemudik, hari ini kita berangkatkan 326 Bus menuju ke 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Disamping itu Paguyuban Jawa Tengah juga sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta, sehingga besok tanggal 17 Maret kami juga akan memberangkatkan warga Rantau Jawa Tengah untuk mengikuti mudik gratis bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ini wujud kolaborasi paguyuban Jawa Tengah dengan semua pihak, sehingga perantau asal Jawa Tengah untuk selalu Guyok Gayung Saklawase, ungkap KRAT Leles Sudarmanto yang juga Komisaris LRT Jakarta.
#MudikGratis2026 #PaguyubanJawaTengah #MudikGampangBalikTenang #JawaTengah #MudikBareng
#AhmadLuthfi #PramonoAnung #PemprovJateng #DKIJakarta #PJT
#WongJateng #GuyubGayeng #PerantauJateng #JatengGayeng #Wonogiri #Solo #Semarang #Boyolali
#InfoMudik #Lebaran2026 #IdulFitri1447H #PahlawanDevisa #MudikAman
#Demak #ykkw #papernusa #noorrohmat #notaris #ppat #tvri
by DIM Kreatif