
Multazam adalah salam satu sudut paling mustajab di Masjidil Haram, terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Banyak jamaah percaya bahwa doa yang dipanjatkan di Multazam memiliki kesempatan lebih mustajab. Rasulullah SAW bersabda:
“Antara rukun hajar aswad dan pintu ka`bah dinamakan multazam. Tidak seorang hamba yang berada di tempat itu dan meminta sesuatu kepada Allah kecuali pasti Allah kabulkan.”
(HR. Baihaqi, no. 9547 dan dishahihkan al-Albani)
Selain itu, dengan memahami tips berikut, jamaah dapat memaksimalkan doa mereka selama ibadah umroh dan haji.
Multazam berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah dengan panjang sekitar 2 meter dan lebar 1 meter. Kemudian, jamaah harus mendekati sisi kiri Ka’bah setelah thawaf. Karena area terbatas, jamaah sering antre. Oleh karena itu, bersiaplah secara mental dan bersabar saat menunggu giliran berdoa.
Sebelum mendekati Multazam, bersihkan hati dari niat duniawi. Fokuskan niat hanya kepada Allah. Jika kita berdoa dengan niat tulus, Allah akan lebih mudah mengabulkan doa. Selain itu, hindari berdoa untuk pamer atau sekadar ikut-ikutan. Dengan demikian, doa yang tulus membawa ketenangan dan keberkahan.
Sesampainya di Multazam, tempelkan dada, wajah, dan telapak tangan ke dinding Ka’bah. Posisi ini menunjukkan kerendahan hati. Setelah itu, panjatkan doa dengan keyakinan bahwa Allah mendengar setiap permohonan.
Terlebih lagi, gunakan kata transisi seperti “Kemudian,” atau “Selanjutnya,” agar doa terasa lebih tertata dan fokus.
Di Multazam, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar. Mohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu dan mintalah petunjuk serta keberkahan. Contoh kalimat aktif:
“Jamaah memperbanyak istighfar agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka.”
“Setiap permohonan yang tulus membawa ketenangan hati.”
Selain itu, berdoa untuk dunia dan akhirat secara seimbang akan meningkatkan keberkahan doa.
Saat berdoa di Multazam, jamaah harus menjaga adab. Hindari berbicara keras, mendorong orang lain, atau bersikap tidak sopan. Selain itu, menghormati sesama jamaah menciptakan suasana khusyuk dan nyaman bagi semua.
Kemudian, bersikap sabar saat antre akan membuat doa lebih tenang dan khusyuk.
Rasulullah SAW memberikan contoh doa yang baik dipanjatkan di Multazam, seperti:
اللهم إني أسالك من فضلك ورحمتك
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari karunia dan rahmat-Mu.
Selain itu, jamaah bisa menambahkan doa pribadi sesuai kebutuhan. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah, doa terasa lebih khusyuk dan fokus.
Waktu berdoa memengaruhi mustajabnya doa. Jamaah disarankan berdoa setelah thawaf, terutama saat tawaf wada’. Waktu antara adzan dan iqamah juga dikenal mustajab. Oleh karena itu, perhatikan waktu agar doa lebih maksimal.
Selain berdoa untuk diri sendiri, doa untuk keluarga, teman, dan umat Islam dianjurkan. Contoh:
“Aku mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi keluarga dan teman-temanku.”
“Semoga semua umat Islam mendapatkan hidayah dan rahmat Allah.”
Dengan demikian, pahala doa kita semakin besar dan keberkahan meluas.
Karena banyak jamaah yang ingin berdoa, kesabaran sangat penting. Jangan terburu-buru atau merasa cemas jika antrean panjang. Sebagai tambahan, Allah mengetahui waktu terbaik untuk mengabulkan doa kita.
Setelah berdoa di Multazam, jamaah sebaiknya melanjutkan dengan tawaf wada’. Tawaf ini merupakan tanda perpisahan dengan Ka’bah dan bagian penting dari ibadah haji atau umroh. Lakukan dengan tenang, fokus pada Allah, dan syukuri kesempatan beribadah di Tanah Suci.
Berdoa di Multazam merupakan kesempatan emas bagi jamaah umroh dan haji. Dengan memahami lokasi, menyiapkan niat, menjaga adab, dan memilih waktu yang tepat, doa kita bisa lebih khusyuk dan mustajab. Selain itu, mendoakan orang lain dan bersabar saat antre menambah keberkahan doa. Semoga semua jamaah diberikan keberkahan dari Allah SWT saat berdoa di Multazam.
by DIM Kreatif